SALAM DALAM ISLAM
Ucapan
Salam:
Assalamu'alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Artinya:
"Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkahNya tercurah kepada
kalian."
Jawaban salam:
Wa'alaikumus
Salam Warahmatullahi Wabarakatuh
Artinya:
"Begitu juga semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkahNya tercurah
kepada kalian."
Hukum salam
Ø Mengucapkan
salam : sunnah
Ø menjawab salam
: Wajib
Siapa
yang memulai Mengucapkan salam
- Syekh Abdullah mengutip sejumlah hadits tentang
keutamaan-keutamaan memberikan salam tersebut. Di antaranya:
إنَّ أوْلىَ النِّاس باللهِ
مَنْ بَدأهم بالسَّلاَم
"Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam." (HR Abu Dawud).
- Diriwayatkan dari Abu Hurairah dalam sebuah hadits dengan derajat Muttafaq 'alaih, Rasulullah SAW bersabda:
"Yang
muda memberi salam kepada yang tua. Yang berjalan kepada yang duduk, yang
sedikit kepada yang lebih banyak."
Di dalam
hadits riwayat al - Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
"Dan
anak kecil mengucapkan salam kepada yang lebih besar."
Adab
membalas salam
Ø
Balaslah Salam dengan Yang Lebih Baik atau
Minimal dengan Yang Semisal
Begitu juga
jika saudara kita memberi salam dengan tersenyum dan menghadapkan wajahnya pada
kita, maka hendaklah kita balas salam tersebut sambil tersenyum dan
menghadapkan wajah padanya. Inilah di antara bentuk membalas. Hendaklah kita
membalas salam minimal sama dengan salam pertama tadi, begitu juga dalam tata
cara penyampaiannya. Namun, jika kita ingin lebih baik dan lebih mendapatkan
keutamaan, maka hendaklah kita membalas salam tersebut dengan yang lebih baik,
sebagaimana yang kami contohkan di atas
Keutamaan Mengucapkan Salam
Disebutkan dalam sunan An Nasai, ada seseorang
mendatangi beliau lantas mengucapkan salam, “Assalamu ‘alaikum.” Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas membalas salam orang tersebut dan
bersabda, “Engkau mendapat 10.” Lalu orang tadi pun duduk. Kemudian datang yang
lainnya lantas mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum wa rahmatullah.” Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas membalas salam orang tersebut dan
bersabda, “Engkau mendapat 20.” Kemudian ia pun duduk. Lantas ada yang lainnya lagi datang dan mengucapkan
salam, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.” Lalu Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda, “Engkau mendapat 30.” (HR. An
Nasai dan Tirmidzi)
1.
Menimbulkan Cinta Antar Sesama Muslim
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلا تُؤْمِنُونَ حَتَّى تَحَابُّوا
أَفَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلامَ
بَيْنكُم
Kalian tidak akan masuk Surga sampai
kalian beriman (dengan benar) dan kalian tidak akan beriman sampai kalian
saling mencintai (karena Allâh Azza wa Jalla ). Maukah kalian aku tunjukkan
suatu amal yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai ?
Sebarkan salam di antara kamu”
2.
Mendoakan Sesama Muslim
3.
Mendapatkan 30 Kebaikan jika diucapkan Secara
Sempurna
4.
Mengucapkan Salam dapat Mencapai Kesempurnaan
Iman
5.
Menjauhkan dari drekatnya hari kiamat
Ath Thohawiy, Ath Thobroniy, Al Baihaqi dalam
Asy Syu’ab dengan bentuk yang lain dari Ibnu Mas’ud. Hadits
ini sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (baca: hadits marfu’).
Lafazh hadits tersebut adalah:
مِنْ أَشْرَاط السَّاعَة أَنْ يَمُرّ الرَّجُل
بِالْمَسْجِدِ لَا يُصَلِّي فِيهِ ، وَأَنْ لَا يُسَلِّم إِلَّا عَلَى مَنْ يَعْرِفهُ
“Di antara tanda-tanda (dekatnya) hari kiamat adalah seseorang melewati masjid yang tidak pernah dia shalat di sana, lalu dia hanya mengucapkan salam kepada orang yang dia kenali saja.” (Lihat Fathul Bari, 17/458)
untuk lebih jelasnya silahkan simak
Video Penjelasan tentang Salam
Comments
Post a Comment