HIDUP MENUNGGU PANGGILAN
Allah menciptakan manusia dengan wujud yang terbaik dan semua
dengan ketentuannya. Ketika diberi kehidupan pastilah diberi ujian, sebagai konsekuensi dari kehidupan ini, manuasia akan menerima raportnya sebagai penentuan hidup yang kekal kelak; di
neraka atau surgakah.
Sebagai manusia yang diberi kesempatan hidup
di dunia ini mempunyai tugas hanya untuk beribadah kepadanya. Sedangkan
kesibukan kita didunia hanyalah waktu menunggu. bukankah demikian. Menunggu Panggilan pastinya.
kadang kita sering kebalik, urusan dunia begitu
sibuk, masalah begitu konflik, hingga ketika ada kesempatan menjalankan
panggilannya kita lupa. terlena hingga akhirnya tak terlaksanakan.
sebenarnya apakah panggilan itu. panggilan untuk manusia yang hidup didunia ini
hanya dua bagi yang beriman atau mempercayainya, khususnya umat Islam.
1. panggilan sholat
Manusia pada panggilan ini memiliki pilihan untuk bisa melakukannya atau memilih untuk meninggalkannya. Sedangkan imam Ghozali dalam nasehatnya mengatakan bahwa perkara didunia ini yang paling ringan adalah meninggalkan sholat. benarkah demikian? coba renungkan. Padahal sholat inilah yang pertama kali dihisab oleh Allah di akherat kelak.
panggilan sholat adalah panggilan yang sudah
ditentukan waktunya, 5 kali sehari itu yang diwajjibkan. dan Allah memberikan
kesempatan menikmati panggilan yang lainnya dengan adanya sholat sunnah. nikmat manakah yang engkau dustakan.
jika kita mau berfikir. Bukankah kehidupan jika tidak bernilai ibadah maka hanya sebagai rutinitas yang tak bermakna, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Pagi hari bagi yang pegawai pergi ke kantor, bekerja, disibukkan dengan pekerjaan dari atasannya, pekerjaan kadang merasa waktu yang 24 jam tak selesai, pagi berganti siang, siang berganti sore, sore pun berganti malam, dan akan berulang kembali. hingga akhirnya dapat gaji, gajipun akan habis, bekerja lagi, menghadapi kebutuhan hingga kadang penuh dengan pikiran hutang demi mencukupi kebutuhan.
2. panggilan ajal
Panggilan yang ke dua yaitu Ajal. Dan tiada yang tahu kapan itu waktunya. dan dalam nasehat imam Ghazali ajal merupakan sesuatu yang sangat dekat dengan kita. dan Allah begitu mudah menetapkan takdirnya.
Jika ada
orang yang berbuat sesukanya,mungkin dia tdak percaya ada kehidupan setelah
mati. atau mungkin dia merasa tidak akan mati. Suka menumpuk harta,
mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, memikirkan anak keturunannya yang sampai
kapan akan bertahannya pun tidak ada yang tahu.
sekarang kalau kita memikirkan hidup, kita
minta hidup selamanya, bukankah malah merepotkan. Sedangkan diusia tua kita
diberikan badan yang lemah, kemampuan dari seluruh anggota berkurang, badan,
tangan, kak,, hidung, telinga, mata semua fungsinya berkurang. bukankah tak ada yang abadi di dunia ini. karena ini fana’. fana’ yang berarti akan rusak.
apa yang kita milikipun akan sirna. Ingat kita
dilahirkan dalam keadaan lemah dan tanpa membawa apa-apa. dan pastinya kita pun
akan pulang kembali, dalam panggilan ajal dalam keadaan lemah dan tak membawa
apa-apa juga. kemudian apalagi yang akan kita pamerkan. kita sombong kan,
apalagi kita agung-agungkan.
Sungguh
sangat melelahkan jika kehidupan kita hanya berulang hanya sebagai rutinitas
waktu menunggu,. menunggu yang pasti adalah menunggu AJAL.
Setelah membaca isinya bagus, mengingatkan kita agar selalu taat pada Allah, dan harus berbenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik .
ReplyDeleteSemoga kita selalu bisa berbenah untuk menjadi pribadi yang lebih baik .
DeleteRobbana dholamna anfusana wa in lam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khoosiriin. Aamiin.
ReplyDelete