BAHAGIAKAN DIRI DENGAN KATA CUKUP

Semua makhluk di dunia ini mendapat rizqinya masing-masing, sebagai penerima rizqi maka kita harus mensyukuri apapun itu.yang diberikan oleh Allah, insyaAllah itulah yang terbaik bagi hambaNya. Begitulah kita dalam mengimani takdir yang diberikan Allah. kita harus Ikhlas dan mensyukuri apapun yang diberikan. 

Bukankah tujuan kita hanya mencari bekal untuk kehidupan yang kekal yaitu akherat. jika ingin mendapat rizqi lebih maka bisa dengan usaha yang keras dan doa. jika diberi Alhamdulillah berarti mempunyai kelebihan untuk lebih banyak berbagi. jika belum nikmatilah itu sebagai takdir terbaik yang telah ditetapkan oleh Allah. 

kebutuhan kita sebenarnya singkat. untuk menghilangkan lapar maka perlu makan, untuk menghilangkan haus maka perlu minum, ketika capek maka perlu istirahat. dan Allah telah menetapkan dalam pemberan rizqi bagi setiap hambanya dan hal ini  tinggal di nikmati. tetapi  ketika kebutuhan itu diikuti keinginan, maka akan terlalu berat.

sebagai contoh, ketika lapar kita perlu makan. apapun yang ada sebenarnya cukup untuk menghilangkan lapar tak perlu mahal, enak atau apalah itu. tetapi  jika diikuti kata ingin maka kadang rasa syukur itu hilang rasanya selalu kurang. ingin makan bakso, makan gurami, makan pizza, semua diinginkan hingga ketika lapar hilang masih saja keinginannya tidak berhenti. akhirnya taka da sisa nikmat yang dirasakan.

apalagi jika semua makanan itu tersedia, disebuah resepsi pernikahan contohnya semua menu bisa dicoba. he..he… lupa tujuan awalnya dari makan adalah menghilangkan lapar, menjadi memuaskan keinginan. perut kenyang, terlalu penuh perut, pun terasa sebah. apalagi jika ditambah rasa mulas pasti semua nikmat itu akan hilang dalam sekedap. begitulah sifat dunia, tiada yang abadi. 

Sebagai contoh lagi, yang kali ini lagi belum musim durian. harga durian masih mahal. tetapi karena rasanya sangat  ingin makan durian. maka dibelinya durian kemudian dimakannya. Puas rasanya. Baunya yang nikmat, rasanya yang legit dengan dagiing durian yang tebal, pahit bercampur manis dapat dirasakan. tapi setealah itu, sebagai penghilang haus harus disiram dengan air, rasa durian itupun hilang apalagi jika makan makanan yang lain. akhirnya pun makanan yang sangat lezat pun dikeluarkan badan dalam bentuk, bau dan rasa yang tak sedap.

itu masalah makan, bagaimana dengan kebutuhan menghilangkan rasa haus, sebenarnya segelas air putih cukup untuknya. tapi  ketika ditunggangi keinginan maka akan lebih berat lagi beban dan usahanya. Ingin minum juz, susu, teh atau yang lain. silahkan tentukan pilihan hidup kita untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.

pemenuhan kebutuhan dan keinginan disesuaikan dengan rizki yang dimiliki, jika tidak maka dalam hiidup ini anda akan menderita mengikuti hawa nafsu keinginan. syukur tak  ada, kebahagiaan tak bisa di rasakan.  

Maka Sadari sesuaikan dengan rizki yang kita miliki untuk memenuhi kebutuhan. Bisa kita bahasakan dengan ketika kita punya uang seribu cukup air putih untuk menghilangkan haus, hilangkan rasa ingin minum juz sehingga perlu hutang untuk memenuhi keinginan. jika  tidak hutang akan menumpuk, atau kadang jika menghalalkan semua cara sampai mencuripun bisa terjadi, untuk mengejar keinginan itu.

So, dalam bersikap sadari diri dalam membelanjakan kebutuhan sesuaikan dengan rizki yang di miliki, tahan memiliki keinginan yang melebihi dari rizki yang diterima. syukuri dan Nikmati, insyaallah hiidup terasa ringan dan mudah. Terus berusaha dalam meraih rizki itu, semoga allah memberikan rizki  terbaik untuk kita. Terus berdoa dan bertawakal semoga selalu ada kemudahan dalam hidup ini sampai selesai  masanya. 

ada pepatah yang mngatakan, usaha tak akan menyalahi hasil.  selalulah berusaha untuk memperoleh hasil yang terbaik. 

(Allahhu ‘alam/Allahlah yang maha tahu)



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MODAL AUXILIARY

Common Expression for conversation